GARDA PERJUANGAN – IMM JEMBER – “HUMANIS, INTELEKTUALIS,RELIGIUS”

Membangun Cyber-IMM yang Bermartabat
Membangun Cyber-IMM yang Bermartabat
Oleh : Arif Nur Kholis
Kehadiran internet sebagai souvenir akhir abad 21 menjadi hal yang cukup penting untuk disimak bila dihubungkan dengan kesiapan kader kader IMM untuk memanfaatkannya. Dimana IMM, yang seharusnya, sebagai kelompok kader Muhammadiyah, dan juga kader bangsa, yang paling melek teknologi memiliki tantangan untuk menjadi pemimpin dalam pemanfaatannya. Tentu saja tidak sekedar cakap dalam menggunakannya secara teknis, namun juga harus memiliki visi sebagai pelopor yang mampu mengarahkannya sebagai bagian dari gerakan intelektual, gerakan keagamaan dan gerakan advokasi sosial.
Banyak kalangan yang menyatakan bahwa dengan internetlah janji janji keterbukaan akan terealisasikan. Demokratisasi hingga penciptaan dunia tanpa sekat menjadi mimpi mimpi warga dunia melalui internet. Hingga masuk pada impian terealisasinya kesetaraan, kebebasan dan kebersamaan yang lebih mengglobal layaknya Revolusi Perancis kembali terdengar nyaring via email-email, mailing list, fasilitas chatting hingga Voice Chat, Web Camera maupun berbagai variasi situs dari situs Al Qaeda hingga Situs Porno yang setiap saat bisa diakses darimana saja.
Dalam sejarah pergerakan kaum muda di Indonesia, gerakan reformasi 1998 banyak tertolong dengan adanya internet. Represifnya orde baru yang membungkam kelompok kritis negeri ini ternyata bisa di tembus via email email yang saling ‘beterbangan’ menembus barikade panser dan menghindar dari kuping tajam intel intel orde baru saat itu. Berbagai konsolidasi antar organ gerakan, antar aktifis baik yang bermukin di dalam negeri maupun yang di luar negeri efektif terjadi. Hingga akhirnya Soeharto terjungkal dari kursi kepresidenan yang telah didudukinya selama 32 tahun terjadi.
Internet sebagai sarana informasi memang memiliki kelebihan kelebihan disbanding sarana informasi sebelumnya. Bahkan para penggagas pertama dulupun bisa jadi tidak membayangkan kalau perkembangannya menjadi secepat ini. Internet baik yang didukung coorporate seperti Microsoft maupun kalangan Open Source telah berkembang menggunakan logika lompatan lompatan kuantum yang memiliki logika ruang dan waktu yang berbeda. Dimana jarak menjadi terlipat karena teratasi dengan informasi di berbagai belahan dunia bisa diakses dari mana saja, dan lorong waktu seakan tertekuk karena kecepatan transfer data yang tidak terbayangkan sebelumnya.
IMM sebagai bagian dari kaum terpelajar negeri ini tentunya memiliki berbagai tantangan menghadapi perkembangan ini. Pertama, tantangan kompetensi kader dalam memanfaatkan sarana ini. Kedua, kesiapan kader merubah paradigma gerakan dimana egalitarian, kecepatan dan detail detail menjadi hal yang merubah pola birokrasi dalam organisasi. Ketiga, kesiapan baik kader secara personal maupun IMM secara kelembagan untuk menjadikannya sebagai ’proyek gerakan budaya massa’ dimana idealisme, keyakinan dan identitas IMM dipertaruhkan apakah akan survive atau akan tereliminasi dalam logika seleksi alam ala Darwin.
Tantangan kompetensi kader dalam memanfaatkan sarana internet seharusnya bukan masalah lagi. IMM yang saat ini masih cukup kuat dalam perekrutan anggota dari berbagai disiplin keilmuan seharusnya tidak perlu mengkhawartirkan masalah ini. Dimana dunia kemahasiswaan hari ini identik dengan dunia IT. Namun bagaimana kenyataannya di lapangan ? Ternyata masih banyak kader yang kurang memiliki ketertarikan untuk menjadikan IT sebagai bagian dari kehidupannya. Hal ini tercermin dari aktifitas organisasi yang tidak banyak menggunakan sarana IT seperti email, khususnya di level pimpinan. Bisa dikatakan semakin tinggi level kepemimpinan di IMM, akan dihuni kader kader yang semakin gagap teknologi.
Hal ini disebabkan karena kader kader dengan kompetensi tinggi tidak banyak terakomodasi dalam struktural IMM. Bukan karen mereka tidak bisa, namun di IMM tidak terbentuk budaya cerdas yang memungkinkan kader kader berkompetensi teknis tinggi, tidak sekedar IT, nyaman berada di struktural IMM. Ini imbas dari iklim politisasi proses organisasi yang sempit dan rendahan yang berkembang di kalangan IMM yang membuat mereka jengah, disamping juga kemalasan para pejabat struktural IMM untuk terus belajar dengan perkembangan teknologi baru.
Hal diatas akan mempengaruhi bagaimana IMM menghadapi tantangan kedua di atas. Dimana dengan kondisi kompetensi kader struktural IMM yang gagap internet akan mempengaruhi pola kebijakan dan reformasi budaya organisasi yang birokratis menuju budaya organisasi yang egaliter. IT menawarkan fasilitas yang memungkinkan migrasi pola organisasi dari birokratis menjadi egaliter, dari komunikasi politik menjadi pola komunikasi intelektual dan dari budaya ’kampungan’ atau ’ urban pinggiran’ menuju budaya kota yang siap menghadapi semua persoalan denga rasio rasio yang terukur dan berkecepatan tinggi layaknya dunia bisnis.
Bila hal hal diatas tetap tidak ada rekayasa untuk mengantisipasinya, IMM bersama ide ide, keyakinan dan identitas identitasnya akan dalam waktu tidak begitu lama akan kabur dan hilang. Karena idealisme, keyakinan dan identitas ikatan bukan sekedar benar dan salah ketika harus bertarung dalam dunia baru ini, namun juga cerdas atau tidak para pengusungnya, dalam tidaknya kader pengusungnya berfikir, banyak tidaknya referensi baru dan tersistematis dalam pola fikir kaderpengusungnya, cepat apa tidak pikiran dan gerak para pengusungnya dan berani atau tidak melakukan negosiasi negosiasi kultural, intelektual maupun politik dalam kecepatan tinggi dan ruang dunia yang mampat dan terlipat.
Adalah mengerikan bila itu terjadi, IMM bukan akan tamat, namun IMM akan dihuni manusia manusia kalah yang berkarakter reaktif, selalu berfikir negatif, gampang mengeluh dan menyerah dengan keadaan, selalu mencari kambing hitam dan menjadikan materi dan juga perut sebagai variabel utama kehidupan. Impian masyarakat madani, masyarakat yang terjamin kehidupannya karena kontrak kontrak sosial yang rasional, dan juga masyarakat yang selalu berfikir untuk selalu berinvestrasi sosial dalam kesehariannya tidak akan melibatkan IMM di dalamnya.
Fenomena Bukutamu dan Kolom Artikel di Website www.imm.or.id
Akhir akhir ini banyak sorotan dari berbagai kalangan mengenai website www.imm.or.id sebagai salah satu wujud ekspresi kader IMM dalam dunia Cyber. Banyak yang menyayangkan bentuk ekspresi pengunjung yang mengaku kader menjadikan buku tamu website resmi IMM ini sebagai sarana ’perang kepentingan’ hingga ungkapan yang menuju vandalisme. Namun, ada juga tanggapan positif ketika banyak penulis artikel di kolom artikel website ini.
Melihat dua hal di atas, bisa dikatakan dia fasilitas di website IMM itu mewakili dua komunitas kader yang berbeda. Dua duanya bisa dikatakan mewakili komunitas kader kritis, namun keduanya lahir dari kedewasaan diri yang jauh berbeda.
Komunitas para penghujat di buku tamu mewakili kelompok yang memang daya intelektualitasnya rendah. Rasio rasionya masih terkalahkan oleh emosi emosinya. Sehingga mereka banyak berkomunikasi dengan marah. Seakan teriakan jalanan, umpatan dan makian menjadi kebanggaan sebagai bagian dari kelompok kritis.
Fenomena ini banyak terjadi di kalangan kaum pinggiran yang ’mungkin’ merasa tertindas dan terbungkam jalur komunikasinya. Bisa jadi selama ini mereka yang kurang terasah perangkat intelektualnya ini selalu merasa ’tertindas’ oleh struktur IMM yang ada. Kelompok ini secara substansi adalah kelompok kritis yang menjadi investasi ikatan untuk mengawal sebagai kekuatan kritis dan peka terhadap lingkungan. Namun, adalah tugas para pengkader, instruktur dan perangkat kebijakan IMM untuk menaikkan posisi mereka tidak sekedar tukang provokasi dan tukang marah semata. Bagaimanapun IMM adalah gerakan intelektual.
Sementara itu, para penulis artikel di website IMM bisa kita sebut sebagai wakil kader yang secara intelektual sudah tercerahkan. Mereka setidaknya berani mengungkapkan alasan alasan dalam menyikapi perkembangan baik di dalam IMM sendiri maupun di luar IMM, seperti Muhammadiyah dan Negara. Merekalah wakil dari kader kader intelektual IMM yang bila dikembangkan bisa menjadi aset berharga bagi perkaderan selanjutnya.
Repotnya, kelompok vandalis di bukutamu tadi akan sulit memahami apa yang menjadi pola fikir kelompok intelektual. Hal yang paling bijak adalah terus memberi ruang publik kepada mereka sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi para penjaga perkaderan IMM untuk membangun Sumber Daya Intelektual mereka sekaligus normatifitas mereka dimana keberhasilan perkaderan IMM sebagai transfer pengetahuan , Pembangunan karakter dan penanaman nilai nilai Ikatan menjadi pertaruhan.

D E K L A R A S I S O L O
1. IMM, adalah gerakan mahasiswa Islam;
2. Kepribadian Muhammadiyah, adalah landasan perjuangan IMM;
3. Fungsi IMM, adalah sebagai eksponen mahasiswa dalam Muhammadiyah (stabilisator dan dinamisator)
;4. Ilmu adalah amaliyah IMM dan amal adalah ilmiyah IMM;
5. IMM, adalah organisasi yang sah mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan dan falsafah negara yang berlaku;
6. Amal IMM, dilahirkan dan diabadikan untuk kepentingan agama, nusa dan bangsa.
KOTA BARAT-SOLO, 5 MEI 1965
MUSYAWARAH NASIONAL (MUKTAMAR) IIKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH
D E K L A R A S I G A R U T
Menyadari perlunya meningkatkan mutu “Ikatan” sebagai aparat pembaharuan dan pengabdian, IMM menegaskan sekali lagi strategi dasarnya untuk pembinaan organisasi sebagai berikut:
- KADERISASI
- KRISTALISASI dan
- KONSOLIDASI
1. Membina setiap anggota IMM sebagai kader yang taqwa kepada Allah dan sanggup memadukan intelektualitas dengan ideologi, karena suksesnya perjuangan Umat Islam Indonesia banyak ditentukan oleh kesanggupan para inteligensinya untuk selalu berjuang dengan landasan ideologi Islam.
2. Membina setiap anggota IMM sebagai subyek dan aktifis Ikatan” yang setia sepenuhnya kepada ideologi dan loyal kepada organisasi. Pengalaman dan sejarah menunjukkan bahwa untuk mencapai sasaran perjuangan organisasi sebagai aparat untuk mencapai sasaran tersebut, harus didukung oleh anggota yang meyakini kebenaran ideologi dan mengamalkannya serta aktif menunjang setiap aktifitas gerakannya.
3. Terus menerus menyempurnakan dan menertibkan organisasi, sehingga sebagai aparat perjuangan mampu mengantarkan “Ikatan” dalam mencapai tujuan perjuangan.
GARUT, 28 JUNI 1967, KONFERENSI NASIONAL II
IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH
DEKLARASI BAITURRAHMAN
Bismillahirrahmanirrahim1. Sejarah Perjalanan Ikatan dimulai dengan Dekalarasi Kota Barat, Solo, 5 Mei 1965 yang berisikan hasrat dan tekad kami untuk mewujudkan satu wadah pembinaan generasi muda Nasional yang kemudian kami namakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Walaupun masih dalam usia muda, namun kami sadari, bahwa segenap idea dan cita yang dilahirkan, dikembangkan dan diperjuangkan oleh pewaris Nusantara yang terdahulu, yang bertekad untuk mewujudkan satu Bangsa Indonesia yang besar dengan satu tata masyarakat yang baru yang damai, adil sejahtera dalam naungan ridho Ilahi. Kami mengemban idea dan cita yang dikembangkan oleh K.H.A Dahlan pendiri Persyarikatan Muhammadiyah.
Kami mendudkung dan mengemban pula segenap idea dan cita yang didengungkan pada proklamasi 17 Agustus 1945, pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, pada hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908, bahkan idea dan cita yang diperjuangkan oleh para Pahlawan Nasional yang terdahulu.2. Deklarasi Kota Garut, 28 Juli 1967, berisikan hasrat dan tekad kami untuk menjadikan ikatan sebagai aparat pembaharu, satu proses yang selalu dituntut oleh satu bangsa ataupun satu kaum yang selalu menginginkan kemajuan.
Demikian pula kami tegaskan dalam deklarasi tersebut, satu identitas kepribadian ikatan yang menuntut setiap pendukung ikatan untuk membekali dan melengkapi dirinya dengan kemantapan aqidah serta dengan kematangan intelektual, sebab kami yakin bahwa tantangan kehidupan masa kini dan mendatang hanya akan bisa dijawab oleh pribadi-pribadi yang matang, dewasadalam keharmonisan serta perpaduan antara aqidah dan intelektualitas.3. Di tengah-tengah kepanikan umat dewasa ini akibat krisis kependudukan, moneter, pangan sumber-sumber alam yang tak tergantikan serta lingkungan hidup, maka kami berpendapat bahwa sebenarnya dibalik segala krisis yang disadari atau tidak, diakui atau tidak justru merupakan krisis utama, yakni krisis kemanusiaan. Tanpa diakuinya krisis kemanusiaan ini, maka krisis-krisis tersebut di depantadi akan merupakan lingkaran setan tanpa akhir. Krisis kemanusiaan ini timbul akibat modernisasi tanpa arah ataupun sebagai akibat dipaksakannya suatu sistem hidup yang kurang memperhatikan faktor waktu, tempat dan kemampuan, dengan hanya mementingkan tujuan-tujuan jangka pendek.
Krisis ini mulai timbul akibat cara berfikir yang terlalu rational dan mekanis sebagai bagian dari suatu program hidup yang pragmatis, materialistis, dimana manusia menjadi semakin kehilangan cakrawala hidup dan idealismenya. Oleh karena itu ikatan menyadari bahwa disamping tugas dan kewajiban kita untuk memberikan sumbangan dalam wujud sarana-sarana fisik di dalam pembagunan bangsa, maka kaum muslimin Indonesia mempunyai kewajiban pula untuk memberikan sumbangan dalam bentuk pembinaan manusia-manusia Indonesia baru yang tidak saja berilmu dan berkemampuan ketrampilan tapi juga memiliki sikap/sistem nilai budaya yang insani yang akan mampu memberikan arah, struktur dan percepatan yang proporsional dalam pembangunan4. Dalam usaha mewujudkan masyarakat adil dan makmur material dan spiritual berdasarkan Undang-undang 45 dan Pancasila, ikatan beranggapan bahwa azas kekeluargaan dalam demokrasi Pancasila seyogyanya tidak diartikan sebagai suatu status hierarkis administrasi pemerintahan, melainkan sebagai suatu bentuk persaudaraan yang universal yang bernilai filosofis.
Kaum muslimin Indonesia mempunyai tanggungjawab moral untuk memberikan sumbangan yang berwujud satu perangklat sistem nilai yang tangguh yang kita gali dari khasanah sistem iman dan islam bagi dasar filasafat persaudaraan universal yang tersebut di atas.5. Proses perubahan sosial adalah suatu proses yang selalu terjadi dalam sejarah kehidupan umat manusia itu. Proses ini dapat terjadi secara alami namun dapat pula pada suatu waktu dan tempat, didorongkan atau dilaksanakan baik dalam arah, struktur maupun faktor percepatannya.
Diperlukan suatu kemampuan, keuletan serta seni untuk dapat membawakan diri dalam segala macam bentuk perubahan tersebut di atas agar peran dan fungsi ikatan sebagai aparat Islamiah dan amar mahasiswa’ruf nahi mungkar tidak berhenti karenanya.
Dalam keadaan semacam itu jangan sampai ikatan kita kehilangan motivasi, arah serta gairah maupun dinamika hidup perjuangannya.
Kami generasi awal yang telah mengantar kelahiran dan perjalanan hidup ikatan sampai hari ini dan kami generasi penerus yang kini memegang pimpinan kembali ikatan senantiasa bertekad untuk mengemban amanah perjuangan ini demi kelangsungan peran dan fungsi ikatan dalam masyarakat yang selalu berubah dan berkembang. Semarang, 25 Desember 1975 M / 27 Zulhijjah 1395 H
DEKLARASI KOTA MALANG
MANIFESTO KADER PROGRESIF
- IMM di usia yang hampir 40 tahun (usia nubuwwah) harus tampil digarda terdepan dalam perjuangan umat khususnya kalangan mahasiswa dan bertekad mewujudkan satu bangsa Indonesia yang besar dalam suatu tata masyarakat baru yang damai, adil, sejahtera dalam naungan ridha ilahi.
- Deklarasi Kota Malang, 31 Maret 2002 adalah hasrat untuk melahirkan kesadaran kolektif kader IMM dan kebulatan tekad kami untuk menjadikan IMM sebagai aparat pembaharu yang progresif, suatu yang niscaya untuk transformasi sosial menuju masyarakat berperadaban. Demikian pula kami tegaskan identitas kepribadian ikatan sebagai individu yang memiliki kemantapan aqidah dan kematangan intelektual dan progresifitas aksi, sebab tantangan perjuangan kini dan mendatang hanya bisa dijawab oleh postur kader progresif (mantap aqidah, matang intelektual, progresif dalam aksi).
- Di tengah krisis multidimensi, IMM bertekad memantapkan peran dan posisi sebagai pelopor gerakan kaum muda. Sebagai gerakan kritik vertikal dan pemberdayaan dan pencerahan horisontal. Dengan membangun kepeloporan dan mendemonstrasikan kekhasan inteletual gerakan IMM.
- Untuk mewujudkan Baldatun Tayyibah Warabbun Gafur, maka kaum muslimin Indonesia memiliki tanggung jawab khususnya Muhammadiyah lebih khusus lagi IMM untuk memberikan kontribusi berujud satu perangkat sistem nilai yang tangguh yang digali darai khasanah sistem iman dan Islam bagi dasar filsafat persaudaraan Universal.
- Sumpah kader pelopor-progresif :Kader pelopor-progresif IMM mengikrarkan : Mengaku berbangsa satu ; bangsa yang mencita-citakan keadilan; Mengaku berbahasa satu ; bahasa kebenaran; Mengaku bertanah air satu ; Tanah air tanpa penindasan.
- Perubahan sebagai suatu yang niscaya dalam sehjarah umat manusia. Menuntut kadaer IMM tidak terlahir sebagai generasi kerdil ditengah kebesaran Zaman. Diperlukan suatu kemampuan, keuletan dan integritas untuk membawakan diri tampil elegan dan tidak terbawa arus. Bahkan menjadi pelopor perubahan menuju keadilan dengan tetap menegaskan peran dan fungsi ikatan sebagai aparat dakwah Islamiyyah dan amar ma’ruf nahi mungkar.
- Kami generasi IMM telah mengantarkan sebagian dari sejarahnya dan hari ini senantiasa bertekad memanifestokan Kader pelopor untuk perjuanga umat menuju kecermelangan Isalam. Mari bergerak bersama. Progresif jangan terhenti pada jargon dan retorika. Demi kelangsungan peran dan fungsi Ikatan dalam masyarakat yang selalu berubah dan berkembang.
Malang, 31 Maret 2002
MANIFESTO POLITIK 40 TAHUN IMM
1. Dalam perspektif gerakan IMM tetap mengedepankan aspek moral dan memperjuangkan politik nilai yang berbasis pada penguatan intelektualitas,
2. Dalam usia kenabian, IMM harus dapat melepaskan diri dari ikatan ikatan primordialisme gerakan dan harus melebur dengan kekuatan pro demokrasi, pro rakyat untuk mewujudkan Indonesia yang bermartabat dan berkeadilan.
3. IMM secara Institusional mempunyai kewajiban untuk turut serta mendukung seluruh proses demokrasi termasuk memberikan penguatan kepada sang reformis untuk memimpin bangsa. dll. Sikap tersebut adalah lembaran baru perjuangan IMM ditengah nasib bangsa sedang menghadapi problematika yang cukup serius. Tindak lanjut dari sikap ke 3 khususnya, DPP IMM telah menjadi salah satu kekuatan penyangga dari MPR (masyakarat perduli reformasi) sebagai alat perjuangan, walaupun pada akhirnya cita cita tersebut masih belum berhasil, namun apa yang sudah diperjuangkan IMM melalui MPR tidak akan pernah sia sia.
Jakarta, 31 Maret 2004

immthariqbinziad berkata
lucu
Abdullah berkata
Ass. Immawan dan Immawati…………
Tingkatkan mutu kaderisasi IMM cab. Jember khususnya.
Buang segala kepentingan yang hanya akan menimbulkan polemik di internal IMM.
Ojoooooooooooo’ koyok ndisek ae, ayo mlakuoooooooooooooooooo.
Ben IMM ora dianggap “remeh” karo wong liyo. Matur Nuwun.
Billahi Fisabililhaq Fastabiqul Khoirot.
immthariqbinziad berkata
wah iya mas, maturnuwun juga… Aku thank you banget sampeyan bisa ngeload ke sini! GMN Kabare?
Tak dongakno apik – apik wae mas! Ndek Jakarta nang endine mas! Wisy, wong Jakarta male gelem chattingan…
Jibriel Rizkidov H.D berkata
Ass
Teruntuk saudara2ku di Jember
Salam perjuangan!!!
bagaimana kabarnya Imm dan imm/i Jember?
bagus dah mau membuat wacana tentang seputar fenomena yang terjadi di buku tamu IMM.or.id, yang bener2 aneh buat saya.
kalo saya boleh menambahkan.. ini adalah sebuah gambaran yang nyata (maaf, tanpa bermaksud merendahkan atau menghina IMM sendiri) bahwasanya kader2 kita masih memiliki kualitas yang masih sangat2 memprihatinkan!
maka inilah saatnya membuka mata kita semua, bahwa masih banyak kader2 kita yang perlu di UPGRADE!, bukan hanya skill tapi juga dari segi kedewasaan berorganisasinya juga moralitasnya!!!
Kadernya sendiri masih morat-marit mau lakukan hal2 besar, salah2 malah dapat malu besar!!! (bukan kemaluan besar lo.. Ups..!! becanda dikit boleh kan? he…5x)
Keep Up The Good Work!!!
Viva Liberte!!
So long Kamerad!!
Billahi fi sabilill Haq
Fastabiqul Khairat
WSS
immthariqbinziad berkata
Wa’alaikumsalam ya mukarom Djibriel, saya paham nama antum dari temen2, tapi ga’ pernah tahu orangnya, salam kenal dari-q Arif Rahmat Hariadi – FKIP – Thariq Bin Ziad, Angkatan 2006.
salman nasution berkata
Immawan salman di medan sangat berbangga hati kepada Immawan/ ti di Jember yang tetap aktif dalam mengembangkan dakwah Islam melalui internet saat ini namun kita sadari kurangnya penmgetahuan kader ikatan terhadap IT membuat kita semangkin terpuruk dalam sharing comunication untuk pencerahan peradaban. saya menngharapkan kepada Immawan/ ti di jember selalu dalam lindungan Allah dan tak lupa untuk aktif dalam menulis dan komunikasi di Internet
Tita berkata
Smoga IMM tetap Jaya di Bumi persada ini.
Jayalah IMM-ku.
IMMawati Ririz berkata
Assalamualaikum kawan2 seperjuangan.
Krisis kualitas kader saya rasa menjadi keresahan kita bersama yo…
Di bawah nama Muhammadiyah kita seolah memiliki baju yang besar. tapi rasanya makin lama baju ini kok serasa makin kebesaran.Di Universitas Muhammadiyah, kurasakan IMM serasa tak lagi dirumah sendiri.